Refi Harianto: Pikiran, Ucapan Dan Tindakan Saya

February 9th, 2009

Pesan-Pesan Tujuan Hidup

Posted by refi in Tak Berkategori

Add MediaNasehat ini untuk semuanya ……….
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci……….. ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….
Namun…… jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”…..
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
Jika ini kau lakukan “istanamu” tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar……..
Menjahit bajunya yang robek……..

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu”…..
Disayang, dimanja dan dilayani suami……
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu….
Jika itu engkau lakukan, “istanamu” akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engkau lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..
Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu…..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…..
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu….

Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam….
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan….. Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka…… jangan……….

Jika engkau menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..

Amin….

January 30th, 2009

Menunggu Kehancuran ISLAM !!

Posted by refi in Tak Berkategori

Hai para kiyai, para ustadz, para santri dan pelajar-pelajar muslim hanya setipis itukah imanmu pada Allah swt dan ajaran agama yang kau yakini kebenaranya ???.

Kenapa engkau diam saja tanpa perlawanan ketika saudaramu sedang dibantai dan dihabisi oleh para predator kelaparan dan monster haus darah di Palestina sana ???.

Para kiyai, para ustadz, para santri dan pelajar-pelajar muslim takutkah kalian di anggap radikal apabila kalian membela saudara-saudaramu..??

Bukankah Tuhanmu yang katanya engkau ikuti perintah-Nya dan engkau imani dengan hatimu telah mengatakan bahwa orang mukmin itu bersudara. ???

Nabi dan Rasulmu telah mengatakan bahwa orang mukmin itu hidup seperti sebatang tubuh, apabila satu bagian sakit maka bagian yang lain juga merasa sakit. ???.

Para Kiyai, para ustadz, para santri dan pelajar-pelajar muslim serta para pemuda-pemuda muslim, apakah engkau sudah tidak meyakini lagi ajaran kitab sucimu. ???

Apakah kalian semua sedang menunggu detik-detik kehancuran ajaran agama islam yang selama ini engkau yakini. ???.

Ataukah terjadi kesalahan pemahaman dan keyakinan yang di usung Islam  melalui konsep iklas, sabar dan tawakal ???.

Ataukah Islam hanya mengajarkan kepada pemeluknya untuk bersabar dalam doa dan berdoa dalam kesabaran saja ???.

                                                                                                                  Ttd

                                                                    Pengikut Islam  Yg Sakit hati Saudaranya Di Bantai

January 14th, 2009

Mau Nikah ? Baca Dulu !

Posted by refi in Tips

Seorang pakar pernikahan, Kevin Leman, percaya bahwa kepribadian, cara berbisnis, perspektif dalam mengasuh anak, serta cara memilih pasangan sangat tergantung pada posisi seseorang sebagai anak dalam keluarga. Apakah anak tunggal, sulung, tengah atau bungsu. Mari kita lihat pernikahan dari kacamata ini.
Pertanyaan hari ini hanya satu, kombinasi mana yang paling tepat untuk menuju pernikahan yang bahagia?
Sulung + Sulung?
Bungsu + Sulung?
Bungsu + Tengah?
Tengah + Sulung?
Bungsu + Bungsu?

Masukan pertama dari Kevin Leman ialah: Jika anda ingin bahagia dalam pernikahan, cari pasangan yang berbeda dari posisi anda. Semakin jauh semakin baik”. Pasangan yang urutan lahirnya bertolak belakang, biasanya saling menarik satu sama lain, sehingga sangat baik dalam kehidupan pernikahan.

Menurut hasil penelitian para pakar, anak tunggal +anak bungsu menciptakan pasangan yang terbaik. Disusul dengan anak sulung + anak bungsu di peringkat kedua, dan anak tengah + anak bungsu di tempat ketiga. Mari Kita lihat secara singkat kombinasi pasangan berdasarkan posisi mereka sebagai anak dalam keluarga dan mengapa dapat mengarah ke hubungan yang baik atau buruk. Dan beberapa tips penting yang mengikutinya.

Satu hal penting yang harus anda camkan, tidak ada jaminan sama sekali bahwa kombinasi seperti ini akan menuntun sebuah pasangan secara otomatis ke arah bahagia. Poinnya hanyalah, Ada indikasi-indikasi tertentu yang mengarah pada satu kesimpulan bahwa kombinasi tepat pada sebuah pasangan akan membantu mereka menghadapi berbagai masalah dalam pernikahan.

Sulung+Sulung/ / Tunggal+ Tunggal = Perebutan kekuasaan
Si sulung dan si anak tunggal memiliki posisi yang sama. Masalah yang dihadapi oleh pasangan ini biasanya seputar sifat perfeksionis. Dan penetuan siapa yang menang dalam kompetisi ‘penguasa’ di rumah tangga mereka.
Berikut beberapa tips untuk mengurangi ketegangan dan menambah keharmonisan dalam keluarga :
1. Berhenti mengkritik pasangan anda! Kritik pedas biasanya menjadi hobi para anak tunggal. Tetapi Hari ini, gigit lidah anda dan berhentilah, kalau memanganda ingin bahagia. Lidah anda bagaikan kemudi kapal dan kekang pada mulut kuda. Sangat menentukan kemana pernikahan anda akan dibawa.
2. Jangan memiliki ekspetasi yang berlebihan pada segala sesuatu, sehingga anda menjadi sangat keras pada diri sendiri maupun pasangan anda.
3. Definisikan ‘peran’dengan benar untuk menghindari perdebatan mengenai siapa yang berhak melakukan ini dan itu. Rundingkan dan putuskan sejak awal, siapa melakukan apa. Pertimbangkan kondisi dan tanggung jawab pasangan anda.
4. Berhenti memaksakan kehendak! Banyak jalan menuju Roma, dan jalan anda mungkin bukan yang paling mulus. Belajarlah untuk berkata “Kamu benar juga, ayo Kita coba dengan caramu.”

Sulung + Tengah = Paradoks
Para anak sulung harus mencatat fakta penting bahwa anak tengah memiliki rekor terbaik dalam mempertahankan sebuah pernikahan. Fakta penting bagi anak tengah, anak sulung adalah paradoks yang menjengkelkan. Sebagai anak yang memiliki kakak dan adik, anak tengah sangat terbiasa berkompromi, bernegosiasi dan biasanya tidak terbiasa mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya.
Beberapa saran untuk pasangan ini:
1. Sering-seringlah berbincang. Jangan biarkan pasangan anda berkata “semua baik-baik saja” , tanpa tahu kebenarannya. Kalau memungkinkan, usahakan untuk berbagi perasaan satu sama lain, setiap Hari.
2. Buat pasangan anda merasa spesial terus menerus. Khusus bagi anak sulung, berikan pasangan anda hadiah atau kejutan-kejutan kecil sesering mungkin, karena anak tengah cenderung kurang menjadi pusat perhatian di dalam keluarga. Hal kecil sehubungan ini penting diketahui, bahwa setiap hari seorang wanita membutuhkan konfirmasi apakah pasangannya benar-benar mencintainya.
3. Pecahkan masalah dan ambil keputusan bersama-sama.

Sulung + Bungsu = Happy Ending
Sekali lagi, pernyataan diatas hanya berdasarkan apa yang biasanya terjadi. Dari riset terhadap tiga ribu pasangan dengan kombinasi di atas, terlihat bahwa pasangan ini secara alamiah tertarik satu sama lain. Anak sulung mengajarkan hal-hal seputar prinsip hidup dan rencana masa depan, sedangkan anak bungsu membantu pasangannya untuk lebih santai dalam menghadapi hidup.
Menurut para peneliti, yang terbaik ialah istri sulung dan suami bungsu.
Wanita yang terlahir sebagai anak sulung cenderung memiliki naluri keibuan yang sangat tinggi. Di lain pihak, pria yang terlahir sebagai anak bungsu cenderung membutuhkan kehangatan seorang ibu. Dalam hal ini mereka saling melengkapi. Tetapi anda harus ingat, bahwa pernikahan yang berhasil bukan dilahirkan, tapi diciptakan. Dua orang yang bersatu harus bekerja sama, saling mencintai dan saling ‘menguntungkan’ satu sama lain.
Berikut tips untuk pasangan kombinasi harmonis ini:
1. Jangan biarkan pasangan -anak bungsu- anda mengambil keuntungan dari anda. Terutama jika pasangan anda itu seorang pria. Buatlah dia mengerti bahwa mengurusi ‘tetek bengek’ di rumah bukan hanya tugas seorang wanita.
2. Jangan terlalu mengekspos kelemahan pasangan anda. Setiap orang punya kelemahan, dan harus diperbaiki dengan cara sebaik mungkin. Perlahan, tapi pasti.
3. Beri perhatian maksimal satu sama lain.
4. Jaga komunikasi dan pastikan bahwa peran anda dan pasangan tetap seimbang dalam porsi yang wajar.

Tengah + Tengah = Kacau?
Bisa saja kacau jika dibiarkan apa adanya. Kelemahan pasangan ini terletak pada komunikasi yang terhambat. Keduanya menghindari kemungkinan perdebatan dan masing-masing juga cenderung merasa kalau pendapatnya tidak begitu penting. Sifat ini lahir alami dalam diri anak tengah jika disatukan.
Cobalah satu cara ini:
Letakkan toples di tempat yang paling sering anda berdua lewati. Meja makan contohnya.Siapkan potongan kertas dengan dua warna yang berbeda, merah untuk pria dan putih untuk wanita. Tuliskan secara spontan apa saja yang ingin anda diskusikan dengan pasangan dan masukkan kedalam toples. Siapkan waktu khusus untuk membahasnya. Pasangan yang malas berdiskusi kadang lebih merasa nyaman untuk menulis. Karena itu, walau kaum pria menganggap hal ini sangat merepotkan, tak ada salahnya jika dicoba.
Beberapa tips penting lainnya ialah:
1. Bangunlah kepercayaan diri pasangan anda lewat pujian atau apapun.
2. Jangan batasi pergaulan. Tetaplah memiliki sebanyak mungkin teman, asalkan tidak mengarah pada kemungkinan untuk selingkuh!
3. Jangan berhenti memberikan perhatian pada pasangan anda. Ini sangat penting karena pujian menjadi kebutuhan setiap orang, terutama dalam hal ini anak tengah.
4. Di atas segalanya, hormatilah pasangan anda. Contoh yang sederhana, jangan pernah lupa telepon jika anda pulang terlambat malam ini.

Tengah + Bungsu = Aman
Kemungkinan sukses kombinasi ini sangat besar, karena merupakan campuran dari si negosiator dan si makhluk sosial. Entah bagaimana rumusnya, tetapi jika mereka disatukan akan terjadi komunikasi yang sangat lancar, terlepas dari sifat masing-masing.
Tips untuk semakin aman dalam membina pernikahan:
1. Jangan pernah merendahkan pasangan anda, walaupun misalnya ide-ide yang ia utarakan terdengar aneh atau bodoh.
2. Jangan lupa mencoba hal-hal baru untuk bersenang-senang dan menikmati hidup berdua.
3. Berusahalah menonjolkan kelebihan pasangan anda.
4. Usahakan untuk saling berbagi terus-menerus. Jangan tertawa sendirian!

Bungsu + Bungsu = Kalang Kabut
Kombinasi ini biasanya terbelit dengan masalah finansial yang pekat,juga masalah-masalah berat lainnya. Karena itu sejak awal, mereka wajib duduk bersama dan membahas hak dan kewajiban masing-masing, serta kesepakatan untuk menerapkan disiplin di dalam rumah tangga. Jika ini tidak dilakukan, kekacauan sudah mengintip di balik pintu. “Listrik kita diputus PLN!! bukannya kamu yang mestinya bayar listrik?”.
Kebiasaan buruk anak bungsu biasanya ialah menyalahkan orang lain. Jadi jika anda dan pasangan sama-sama anak bungsu, tebak saja apa yang akan terjadi.
Berikut beberapa tips untuk pasangan ini:
1. Jangan saling bersilat lidah dan telinga. Jadilah pendengar yang baik bagi pasangan anda, terbukalah, dan jalankan hasil kesepakatan bersama tanpa memanipulasi apapun.
2. Saling koreksi dan mengingatkan satu sama lain, untuk menghindari hal-hal yang rentan terlewatkan.
3. Jangan menyulut pertengkaran.
4. Hadapi segala sesuatu dengan santai dan tenang. Jangan pernah berhenti bercanda dan tertawa berdua.

Semua pernyataan diatas bukan satu rumus yang pasti.
Semua hanyalah indikator berdasar hasil penelitian semata. Jadi di manapun posisi anda sekarang, tetaplah berusaha menjalankan yang terbaik dan bersyukurlah jika posisi anda dalam keluarga tidak berpengaruh dalam kehidupan berumah tangga. Dengan kata lain, pembahasan di atas ialah sebuah petunjuk, bukan anak panah. Jadikan saja sebagai satu pengetahuan yang membawa ke arah pernikahan yang lebih bahagia.

December 2nd, 2008

memeriksa kondisi finansial Anda

Posted by refi in Motivasi, Tips

Kita perlu melakukan pemeriksaan terhadap finansial kita secara berkala.

Adapun beberapa kondisi yang perlu kita periksa adalah:

1. Apakah jumlah kekayaan kita meningkat? Yang paling penting dalam mengelola keuangan adalah peningkatan  jumlah harta kita. kitaharus menjadi lebih kaya dari kita
sebelumnya.

2. Apakah kita sudah melaksanakan rencana keuangan kita ? Selain untuk kepentingan sekarang, kitajuga perlu membuat rencana keuangan untuk event-event di masa depan kita. Misalnya dana untuk kuliah anak, atau dana untuk pensiun. Sudahkah kita membuat rencana keuangan untuk masa depan kita dan keluarga? Sudahkah kita menjalankan
rencana tersebut?

3. Apakah tingkat hutang masih dapat ditoleransi? Jaman sekarang, berhutang sudah menjadi mudah. Tawaran kartu kredit ada dimana-mana. kita perlu mewaspadai jumlah hutang kita sekarang. Bandingkan jumlah total hutang kita dengan jumlah total asset dan pendapatan kita. Apakah jumlah hutang masih dalam batas toleransi? Apabila ternyata nilai hutang sudah terlalu tinggi, kita harus segera waspada dan membuat rencana untuk
melunasi hutang kita.

4. Likuditas harta kita Pada saat kita sedang membutuhkan kas dalam waktu secepatnya, apakah kita dapat mencairkan harta kita? Seberapa besar dana cadangan yang dapat
dicairkan pada masa darurat?

Nah…ayo kita meluangkan waktu untuk itu…oke sukses selalu…

December 2nd, 2008

JALAN KEHIDUPAN!

Posted by refi in Tak Berkategori

Manakah jalan kehidupanku? Inikah atau itukah? Darimana ku tahu jalan kehidupan yang harus kulalui? Pertanyaan ini bisa dilontarkan pada siapa saja. Jawabannya pasti akan beraneka ragam. Sebetulnya apa yang kau cari dalam hidup  ini? Karena itu yang akan menetukan jalan kehidupanmu. Coba deh merenung  sejenak.
Ketika kita lahir di dunia, orang tua kita menentukan jalan kehidupan kita,  karena  saat itu kita memang sepenuhnya bergantung pada orang tua kita. Kita manusia, bukan ayam, yang sehabis menetas dari telur, keluar dari cangkangnya langsung bisa berjalan. Atau anak gajah yang begitu keluar dari perut emaknya, hanya sempoyongan sebentar lalu bisa berjalan.

Ya, kita anak manusia, lahir dari bunda sebagai orok merah, jelek dan tak berdaya. Dengan kasih sayang atau tidak, Dengan lingkungan nyaman atau tidak, kalau Tuhan meniupkan kehidupan maka si jabang bayi akan hidup terus dan bertumbuh. Ibarat bibit tanaman yang dilempar petani. Jika jatuh di tanah subur dia akan tumbuh subur, jika jatuh di tanah gersang, ia akan mati. Begitu pula jika jatuh di tanah bebatuan, mungkin akan mati atau mungkin di patuk burung.
Begitulah anak manusia, yang mulanya orok merah, jelek dan tidak berdaya, lama kelamaan akan bertumbuh. Jika  dilahirkan di keluarga yang berbahagia, bersyukurlah. Jika terlahir di keluarga brentakan, cobalah bertahan dan mengerti. Jika terlahir sebagai anak jalanan, yakinloah Tuhan akan menyertai setiap langkahmu.

Bermacam-macam tujuan sebenarnya hanya satu jawaban akhir. Tujuan kita adalah
bahagia lahir batin di bumi dan di kehidupan yang akan datang. Namun untuk meweujudkan yang kita cari itu kenyataannya tidak mudah. bahkan harus ditempuh  dengan aneka jalan yang berliku.

Karenanya tujuan kehidupan kita akan menentukan jalan kehidupan kita. Adakalanya jalanan itu datar-datar saja, namun ada kalanya menurun bahkan dengan kemiringan yang tajam. membuat siapapun yang meniti jalan itu harus hati-hati bahkan dituntut memiliki ketrampilan khusus untuk melewati rintangan tersebut.

Ada kalanya jalanan menanjak sehingga terasa berat dan kita cepat merasa lelah. atau bahkan bosan. Tapi kita tak bisa berhenti di tengah jalan karena kita harus menuju finish.Tidak perlu heran juga kalau jalan yang ditempuh penuh onak duri dan cenderung menyakiti tubuh kita. Tetap harus di lalui. Begitu pula aral melintang yang menghadang, baik itu pohon besar yang melintang roboh karena angin puting beliung atau terhalang karena banjir, tetap harus di seberangi dengan rakit atau sampan kalau perlu.
Tidak ada jalan dalam kehidupan ini yang mudah. namun tidak juga berarti susah. Tuhan menganugerahkan anak manusia akal dan budi yang dapat digunakan untuk berpikir dan mengolahnya menjadi solusi dari tiap permasalahan yang dihadapi. Dengan kemampuan yang memang dianugerahkan Tuhan, manusia pasti akan mampu melewati semua rintangan dalam jalan kehidupan yang dilalui.

Karena sesungguhnya Tuhan tidak pernah memberikan aral melintang atau cobaan
melampaui kapasitas manusia untuk memikulnya. Jadi sesulit apapun persoalan yang menghadang jalan kehidupan anda, yakinlah pasti dapat anda atasi. Anda tak pernah sendiri. Dia yang mengatur jalan kehidupan ini selalu menyertai anda. Kala anda tak mampu berjalan di jalan kehidupan yang sudah digariskanNya, jangan malu berseru memohon pertolonganNya.

Berjalan bersamaNya tak ada yang perlu anda takutkan! Karena Dia sangat mengasihi anda dan saya. jadi untuk mencapai tujuan akhir dari kehidupan kita, mari kita titi bersama jalan kehidupan kita masing-masing. Suatu waktu kita akan bertemu di garis finish, dimana Dia yang menggariskan jalan kehidupan kita menanti dengan tangan terbuka.

November 27th, 2008

Apakah kita (Indonesia) harus selalu merasa kaya?

Posted by refi in Tak Berkategori  Tagged , , ,

Ada satu hal yang menarik dalam sistem pendidikan Indonesia khususnya untuk tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yaitu penanaman budi pekerti, wawasan kenegaraan, wawasan Pancasila dan UUD 1945, wawasan Bhinneka Tunggal Ika, wawasan persatuan dan kesatuan, wawasan lingkungan, dan berbagai doktrinasi lainnya yang dianggap penting untuk membangun karakter dan pola pikir anak bangsa. Salah satu doktrinasi yang masuk dan tertanam di benak kita ialah bahwa kita tinggal di suatu negara yang kaya akan kenakeragaman hayati, kaya akan sumber daya alam, termasuk darat dan lautan, negeri yang memiliki tanah yang subur, bahkan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman.

 

“Orang bilang tanah kita tanah surga,
tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”

Apakah doktrinasi itu salah?

Tidak.

Apakah doktrinasi itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya?

Hmm.. Sesuai sih.. relatively..

Tapi entah mengapa saya merasa bahwa doktrinasi itu membuat kita tenggelam dalam eforia tiada akhir seakan-akan masing-masing kita merasa bahwa kita sedang tinggal dalam surga yang kekal yang segala sesuatunya mudah karena Tuhan sudah menanugerahkan alam yang luar biasa kepada kita - setidaknya itulah yang saya rasakan saat dicekoki fakta tersebut di masa sekolah dasar saya.

Tapi apakah seperti itu kenyataannya?

Tidak. Saya yakin teman-teman semua sependapat dengan saya mengenai hal tersebut.

Saya yakin teman-teman semua masih ingat akan peta-peta pelajaran Geografi di masa sekolah dasar dahulu. Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau dengan flora dan faunanya yang amat khas. Dan tahukah teman-teman bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang amat luar biasa? Sebagian besar dari flora dan fauna dunia hidup di Indonesia. Belum lagi bila kita mengingat peta-peta persebaran barang tambang Indonesia: emas, intan, tembaga, nikel, bahkan uranium. Bagaimana dengan minyak bumi, gas alam, dan batubara? Saya rasa hal tersebut tidak perlu ditanya lagi.

Melihat terpuruknya keadaan kita sekarang baik dari aspek sosial, budaya, ideologi, politik, ekonomi, bahkan kehidupan umat beragama, bagaimana kalau saya berkesimpulan bahwa doktrinasi “Indonesia kaya” cukup memiliki andil dalam memperburuk keadaan?

Menurut teman-teman, manakah yang lebih baik?
Doktrinasi bahwa Indonesia ialah sebuah negara yang teramat miskin baik dari segi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, sebuah negara yang miskin sumber energi dan barang tambang serta miskin keanekaragaman hayati, shortly: negara yang tidak memiliki modal apapun untuk maju dan berkembang selain setiap penduduknya yang bertekad untuk mengemban tugas membangun negara dengan belajar yang tekun dan giat, bertanggung jawab dalam mengeruk segala kekayaan alam dan menggunakannya dengan sebaik-baiknya, membayar pajak dan melakukan segala kewajibannya untuk negara, menjauhkan diri dari korupsi karena itu hanya memperburuk keadaan bahwasanya Indonesia sudah miskin, dan memiliki keteguhan yang tinggi untuk MAJU dan BERPERANG di tengah segala kesulitan dan pencobaan hidup.

ATAUDoktrinasi bahwa Indonesia ialah sebuah negara yang amat kaya akan sumber daya alam termasuk sumber energi dan juga barang tambang maha bernilai. Namun kondisi tersebut membuat setiap penduduknya untuk bertindak secara semena-mena dan seenaknya sendiri dengan anggapan bahwa hal itu tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kehidupan bangsa dan tanah air karena dia meyakini bahwa Indonesia ini terlalu kaya untuk dapat merasakan kerugian oleh karena tindakan “kecil” penduduk-penduduknya.

“Korupsi? Yaelah.. Indonesia ini tuh kayaa banget! Kita korupsi segini juga gak bakal ngaruh!”
“Bayar pajak?? Gile aje lo! Hari gini masih bayar pajak?? Males banget!”
“Indonesia itu subur lho tanahnya! Tongkat kayu dan batu jadi tanaman! Yaa.. tapi kedelai tetep di-impor sih.. Hmm..”
“Hutan ini kita ratakan saja! Masih banyak hutan-hutan lain! Kalau jadi real estate, nilai tambah ekonominya akan berkali lipat ganda!”

Apakah kita (Indonesia) harus selalu merasa kaya?

Ada pepatah mengatakan bahwa manusia harus merasakan susahnya hidup agar mereka menghargai segala sesuatu yang ada di sekitar mereka.

Saya hanya berharap kita semua tidak perlu sampai benar-benar MISKIN untuk akhirnya dapat menyadari setiap kesalahan kita.

Ibu Guru: “Anak-anak.. Indonesia itu BENAR-BENAR MISKIN! Kita tuh gak punya apa-apa! Negara ini tidak akan bisa maju kalau para pemudanya tidak memiliki keinginan untuk membangun bangsa ini dengan penuh tanggung jawab.”
Anak-anak: (diam)

Next Page »
  • Monthly

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web